Jumat, 21 November 2008

3T Kunci Menjalani Kehidupan

"Kita terlahir ke Alam Fana ini Laksana seorang tamu yang berkunjung ke suatu tempat, dimana setelah urusan selesai pasti kembali pulang.
Menjalani kehidupan bak kita memasuki hutan belantara, dimana kita harus mempersiapkan perbekalan juga kompas agar kita tidak sengsara dan tersesat, sebab di dalam sana kita tidak akan tahu apa yang bakalan terjadi.

Begitu pula menjalani kehidupan, mesti membawa perbekalan yang bisa menyelamatkan di dunia juga di akherat yakni 3T ( TAKWA, TAWAKAL DAN TAWADHU )

TAKWA
menjalani kehidupan tanpa dibarengi dengan takwa kepada sang pencipta, ibarat kita menjalankan sebuah kendaraan yang blong rem, tidak terkendali...hantam sana hantam sini...tubruk sana tubruk sini...yang akhirnya celaka dan sensara.
Banyak orang di Zaman sekarang yang landasan ke imanannya labil...rapuh... demi memenuhi kepusan sahwat duniawi menghalalkan segala cara, merampas hak orang lain, korupsi,manipulasi...
mengedepankan nafsu ammaaroh, yakni nafsu yang cenderung berbuat keburukan dan kejahatan.

Untuk memerangi dan mengatasi nafsu sahwat tadi, kita harus memperkuat, memperkokoh pondasi ke imaanan dengan jalan Takwa.
Disetiap langkah..... di setiap helaan nafas.... Kita harus mengerjakan amalan - amalan yang dapat mendekatkan diri kepada Alloh.
Sebagaimana firman Alloh dalam Alqur'an Surat Al - Baqoroh ayat 186 yang artinya :

" Dan jika hambaku bertanya kepadamu tentang aku, makaa katakanlah bahwasanya aku adalah dekat. Aku mengabulkan permintaan orang yang berdo'a jika ia berdo'a kepadaku. Maka hendaklah mereka itu memenuhi segala perintahku dan hendaklah mereka beriman kepadaku, aar mereka senantiasa berada dalan kebenaran."

TAWAKAL
Inilah kehidupan yang sebenarnya, serba aneh, serbaa bervareasi yang kadang di luar dugaan.
Apa yan menurut kita benar belum tentu orang lain mengatakan hal yang sama, apa yang kita harapkan belum tentu menjadi kenyataan.
Manusia hidup di maya pada ini tidak lepas dari cobaan... dari odaan... kadang terbentur... tersandung oleh masalah.
Setiap insan yang bernyawa pasti akan menghadapi tantangan, bukankah hidup itu sendiri sebenarnya sebuah tantangan?

Nah disinilah KIta dituntut untuk tawakal untuk sabar dalam menhadapi ujian hidup, jangan mudah menyerah, jangan pengecut dalam kepasrahan hidup sebab hidup untuk di jalani bukan untuk diratapi....
Contohlah kesabaran Nabi Ayub, ketika Alloh ta'ala memberikan Ujian memberikan cobaan dimana hartanya habis tidak tersisa, anak - anaknya meninggal dunia, tubuhnya menjadi burik dan dikucilkan oleh seluruh manusia kecuali istrinya beliau tetap tawakal... tetap sabar... dan optimis kalau kelak di kemudian hari Tuhan akan membalas atas kesabarannya.

Menghadapi cobaan hidup kita harus berjiwa besar seperti nelayan di tengah lautan,dia tetap tawakal meski di ombang ambing ombak, di terpa badai, padahal dia hanya menggunakan sampan bukan kapal hanya menggunakan kayuh bukan motor.....

BUkankah jauh - jauh hari ketika manusia masih dalam rahim tepatnya 4 bulan masa kehamilan, Tuhan telah mengutus malaikat untyuk meniupkan Ruh dan menetapkan 4 Perkara yakni Umurnya, Amal Perbuatannya serta celaka atau bahaianya.
Oleh karena itu kita harus menerima ketentuan itu dengan sabar dan Tawakal.

TAWADHU
Menjalani kehidupan ini kita juga harus Tawadhu ( Merendahkan diri ) baik terhadap sesama manusia terlebih di hadapan Tuhan.
Kita jangan takabur , Sombong lantaran mempunyai kelebihan di banding orang lain baik dalam hal materi atau status sosial, jabatan atau posisi, kepintaran maupun ketampanan.

Jangan sekali - kali membanggakan diri dan meremehkan orang lain.
Sebagaimana Firman Alloh dalam Alqur'an surat Auqman ayat 18 yang artinya :
" Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia ( karena sombong ) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Alloh tidak menyukai orang - orang yang sombong lagi membanggakan diri."

Mudah - mudahan dengan coretan di atas tadi kita bisa mengambil hikmahnya.

Tidak ada komentar: